Pernah mengalami sepuluh hari "bergaul" intensif dengan teman-teman kerja??? Mungkin banyak yang pernah…tapi buatku, ini baru yang pertama kali. Sepuluh hari berkumpul dari pagi sampai hampir tengah malam dengan orang-orang yang itu-itu lagi!!!
Awalnya, program kami di Aceh akan membuat pemantapan strategi untuk pengembangan dan penggerakan masyarakat…bahasa Jawanya, Community Mobilization. Untuk melakukannya dengan efektif dan efisien, dikumpulkanlah para leaders dan senior advisors untuk di-training untuk menjadi trainer [Training of Trainer]. Yang memberikan training ini adalah konsultan kami yang memang sudah menggodok program ini sejak awal. Celakanya, ToT ini hanya 2 hari saja, dan dilakukan di Banda Aceh. Selanjutnya, kamilah yang jadi para trainer untuk teman-teman dan team lainnya di Meulaboh. Jadilah kami berlima, Susi, Raja, Simon, Juni, dan Darman eh, plus aku. Sayangnya, Darman tidak lagi bisa bergabung dengan tim ini karena telah selesai tugasnya di MC Meulaboh.
Jangan ditanya betapa padatnya persiapan kami. ToT ini berlangsung dua hari dari jam 8.30 sampai jam 18.00, makan siang disediakan di kantor agar kami tidak berpencar. Hari Sabtu pagi tanggal 2 Desember 2006, kami kembali ke Meulaboh dengan salah satu konsultan kami, dan langsung bekerja untuk mempersiapkan training di Meulaboh sampai jam 8 malam! Besok harinya [Minggu tuh!], kami juga praktek beberapa session training sampai jam 8 malam. Sejak Senin, 4 Desember sampai 8 Desember 2006, kami selalu bersama-sama…sejak jam 8 pagi untuk persiapan training, sampai jam 10-11 malam untuk evaluasi serta persiapan training esok harinya… Sampai rumah bisa tidur? Jangan harap, karena masih harus mengetik session plan dengan rapi untuk esok harinya… begitu setiap hari.
Persiapan pagi bareng, evaluasi tengah hari bareng, makan siang, bareng, ke lapangan bareng, magrib bareng, makan malem bareng, evaluasi malam bareng, persiapan materi bareng… untungnya nggak harus tidur bareng…hihihihi…. Serunya, kami jadi makin mengenal teman satu team kami ini satu sama lainnya, sudah kayak saudara sendiri, nggak ada jaim-jaim-nya, nggak ada sakit hati, nggak peduli muka lecek…semuanya menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Aku seperti punya saudara-saudara baru di sini… saudara-saudara yang punya visi yang sama, punya semangat yang luar biasa untuk maju, dan punya daya juang yang luar biasa!
*SUSI*
Kakak tertua ini sebenarnya adalah teman serumahku. Setelah kerja bareng intensif selama sepuluh hari, aku baru menyadari beberapa hal yang luar biasa pada dirinya. Semangatnya! Seperti baterai yang nggak habis… Tapi ada yang bikin pusing…kalo dia sudah terlalu banyak mendengar penjelasan dalam bahasa Inggris, pikirannya pasti jadi ngelantur, dan perlu tenaga ekstra untuk menjelaskan semuanya dari awal lagi…hihihi… Walaupun suka childish, dia sangat besar hati dan nggak pernah tersinggung…hebat deh…makanya dia yang paling sering dimarahin sama konsultan kami…hihihihi….
*RAJA*
Kakak kedua ini sangat jenaka dan humble… dia sangat jujur tentang segala keterbatasannya. Ngakunya nggak bisa bahasa Inggris, padahal kalau sudah bicara, dia sangat runut dan mudah dipahami. Lucunya, dia sering sekali kehilangan jejak, alias berada pada "Blank Box"… Yang bikin kita nggak bisa marah adalah, dia akan mengaku saat dia perlu "pertolongan"…dan kalau sudah di atas jam 8 malam, bapak satu anak ini akan memerah matanya, seperti mata ikan busuk! Hehehehe…memang itu julukannya: Mata Ikan Busuk…
*SIMON*
Dia seperti saudara kembarku, karena kami lahir di tahun yang sama. Sepintas seperti orang yang serius, tapi jangan salah, kelakuannya kadang ‘immature’. Dia suka banget memberikan komentar [bisik-bisik] kocak saat semua sedang serius…rusak deh…rusak! Kadang seperti punya dunia sendiri dan dia memang punya gaya sendiri. Aku dan Susi menjulukinya "Gaya Ulat"…hehehe…suka kayak ulet keket! Aku banyak belajar dari Simon, terutama soal monitoring dan evaluasi program, he’s really good at it! Tidak terlalu ambil pusing soal perasaan, dan sangat supportive untuk teman-temannya.
*JUNI*
Yang termuda dari kami semua, tapi pembawaannya dewasa dan bijaksana. Punya banyak ide cemerlang tapi suka panik kalau rencana yang sudah disusun berubah drastis… Pernah frustrasi berat pada salah satu sesi training di lapangan dan akibatnya dia nggak bisa tertawa, sampai malam! Paling sering ingin cepat pulang… soalnya istrinya sedang hamil tua hehehe….
Aku? Teman-temanku alhamdulillah bisa menerimaku apa adanya, dengan kelebihanku yang cepat menangkap instruksi dalam bahasa Inggris dan aku yang selalu ON saat sesi persiapan di malam hari, tapi mereka juga selalu mengingatkanku saat aku menyampaikan materi terlalu cepat atau bertindak cepat karena mulai tidak sabar… Benar-benar seperti keluarga sendiri… sekarang hobi kami, saling curhat hehehe… mulai masalah pekerjaan dan strategi program [ciee...] sampai masalah konyol yang nggak penting.
Buatku sendiri, aku bersyukur bisa mengenal teman-teman satu timku ini…karena aku banyak sekali belajar dari mereka. Tanpa mereka, aku bukan siapa-siapa…